14.1 DASAR WEB DINAMIS
Pengertian tentang web dinamis telah disinggung secara
ringkas pada Bab 13. Pada bab ini kita akan lebih dalam mempelajari web
dinamis.
Kebutuhan Lingkungan Teknis
Ada perbedaan
yang penting dalam kebutuhan lingkungan pengembangan antara web statis
dan web dinamis. Pada bab sebelumnya kalian telah mengetahui bahwa ada
beberapa kebutuhan perangkat untuk membuat halaman web statis, antara
lain perangkat komputer personal, sistem operasi, text editor atau
perangkat lunak pembuat halaman web, dan web browser. Beberapa kebutuhan
tersebut dapat digunakan untuk lingkungan web statis, namun beberapa
perangkat tambahan juga diperlukan.
Perangkat keras
Pengembangan
web dinamis membutuhkan perangkat keras yang lebih
tinggi spesifikasinya dibanding web statis. Umumnya pengembang akan
melakukan pembuatan web dinamis pada satu komputer yang berperan
sekaligus sebagai server dan client. Tapi, seringkali juga dibutuhkan
lebih dari satu komputer, dimana satu komputer berperan sebagai server
dan yang lainnya sebagai client. Pada komputer yang berperan sebagai
server maka spesifikasi teknisnya harus lebih tinggi dari komputer
client. Kebutuhan prosesor yang lebih cepat dan
memori utama yang lebih besar merupakan kebutuhan mutlak.
Perangkat lunak
Sistem
operasi yang digunakan pada pengembangan web dinamis lebih baik
jika menggunakan versi yang mendukung. Biasanya pembuat sistem operasi
akan menyediakan versi yang memang khusus diperuntukkan bagi server.
Versi ini biasanya memiliki tingkat keamanan dan stabilitas yang lebih
tinggi dari versi desktop-nya. Sebagai contoh, pada Linux ada distro
Ubuntu versi server, SuSe menyediakan versi Enterprise Server, dan
demikian juga distro-distro lainnya. Sedangkan pada Windows tersedia
Windows NT, Windows Server 2000, Windows Server 2003 dan yang terbaru
Windows Server 2008. Kebutuhan perangkat lunak yang sangat membedakan
antara web statis dan web dinamis adalah bahasa pemrograman sisi server.
Bahasa pemrograman ini diinstall untuk digunakan web server
menerjemahkan perintah-perintah tertentu dalam bahasa tertentu. Sebagai
contoh jika kita hanya menginstall web server Apache saja, maka kita
tidak dapat menjalankan halaman web dinamis yang kita tulis dengan
bahasa pemrograman PHP atau JSP. Agar dapat menjalankan halaman web
dinamis tersebut kita perlu menginstall PHP atau Tomcat. Perangkat
pengembang web dinamis saat ini sudah banyak tersedia, meskipun beberapa
memiliki harga yang relative mahal. Beberapa diantaranya
adalah Microsoft Visual Studio, Borland Delphi Studio, Adobe
Dreamweaver, dan lainlain. Perangkat lunak ini selain dapat sebagai HTML
Editor juga mendukung bahasa pemrograman server seperti ASP.Net, PHP,
JSP, dan ColdFusion. Perangkat lunak pengembang yang gratis juga
tersedia, antara lain NetBeans
yang mendukung penuh JSP,
Eclipse yang mendukung banyak bahasa pemrograman, Komodo Editor, dan
lain-lain. Meskipun gratis, tetapi fasilitas yang disediakan tidak kalah
dengan yang tidak gratis.
Perangkat lunak lain yang
dibutuhkan adalah DBMS. Hal ini karena biasanya web dinamis menggunakan
basis data sebagai tempat penyimpanan data. DBMS personal seperti
Microsoft Access bukan pilihan yang baik untuk web dinamis, karena
factor keamanan dan kinerjanya yang tidak sesuai dengan sifat-sifat
web dinamis. Basis data berbasis SQL yang bersifat server seperti MySQL,
Oracle, Microsoft SQL Server, dan lain-lain merupakan pilihan yang
cocok untuk digunakan dalam web dinamis.
Pemrograman Web Dinamis
Pemrograman
web merupakan usaha untuk membuat halaman web dengan menggunakan bahasa
pemrograman web (script). Pemrograman web (web programming) dikenal
juga dengan istilah pengembangan web (web development). Istilah lain
yang mungkin juga cukup terkenal adalah web design. Web design lebih
memfokuskan bagaimana merancang tampilan halamanhalaman web menjadi
menarik bila dilihat. Atau boleh dikatakan web design lebih pada aspek
visualnya sedangkan web programming lebih fokus pada aspek logika proses
yang terjadi di dalam halaman-halaman web. Seorang web programmer
mungkin juga seorang web designer, namun biasanya pekerjaan
ini dipisahkan orangnya karena perbedaan fokus penekanannya.
Untuk
membuat interaksi yang baik, dibutuhkan beberapa model pemrograman web.
Model pemrograman yang umum digunakan adalah client-side dan
serverside. Client dan server dalam kasus ini menunjukkan dua tempat
yang berbeda. Server adalah komputer yang bertindak sebagai pihak yang
melayani permintaan data atau informasi. Sedangkan Client adalah
komputer pengguna yang hendak mengakses program ke server untuk meminta
data atau informasi dengan menggunakan alamat yang unik. Secara umum
interaksi dan pertukaran data antara client dan server dalam internet
tampak pada gambar 14.2. Pada gambar tersebut, tampak bahwa segala
proses dilakukan di web-server (serverside) sedangkan client hanya akan
menerima hasil olahan dari webserver yaitu berupa halaman-halaman dalam
format HTML.





